Selasa, 07 Mei 2013

KEWIRAUSAHAAN



KEWIRAUSAHAAN





Nama              : ITA ROSITA
Kelas               : 2SA02
NPM                : 13611750
Mata Kuliah    : SOFTSKILL


UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

            Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam.
            Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Penulis sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata Ilmu Sosial Dasar dan semua pihak yang turut membantu proses penyusunan makalah ini.
            Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari.
            Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Amin.

Jakarta , 29 April 2013

                                                                                                     Penulis





A. Pengertian Kewirausahaan
Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.
Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber :
Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.


B. Tujuan Kewirausahaan
Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, menurut informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret 2012 jumlahnya telah melonjak tajam menjadi  maka tidaklah mengherankan apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negeara tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13%  penduduknya menjadi wirausahawan.
Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi untuk meningktakan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.
Mengapa dengan semakin banyak wirausahawan disuatu negara akan meningkatkan daya saing negara tersebut ? jawabanya saya kira cukup jelas. Pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka lakukan, coba bayangkan apabila suatu negara terlalu banyak pegawai negeri sipil yang kurang atau bahkan tidak produktif.
Maka mereka setiap bulan memakan anggaran negara untuk menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada perekonimian nasional sangat minim baik dari segi pajak maupun tingkat konsumsi.

Mari kita lihat contoh lainya, dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri.
Sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa negara secara signifakan, maka dengan hal tersebut sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting untuk menaikkan harkat martabat suatu bangsa dikancah internasional.
Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara penduduk tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat.
Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas.



C. Teori Kewirausahaan
Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah berbagai macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya uraikan berbagai teori kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Neo Klasik
Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya.
2. Kirzerian Entrepreneur
Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha.
Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha.

D. Contoh kewirausahaan

Contoh wirausaha dengan modal kecil yang mungkin dapat menginspirasi Anda:

1.         Contoh pertama adalah menjadi sales roti basah. Yang Anda perlukan untuk memulai usaha ini adalah dana untuk membeli roti, kendaraan, keranjang untuk tempat roti. Pertama Anda melakukan survei beberapa pabrik roti yang ada di daerah Anda. Anda bisa memilih salah satu atau lebih, misalnya
Anda memilih roti basah dengan berbagai macam rasa dan donat. Biasanya pabrik roti membuat ukuran dan harga roti yang berbeda-beda. Jika pasaran Anda di desa maka pilih roti dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat desa

2.         Contoh wirausaha lain adalah Anda memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar Anda. Misalnya di daerah Anda banyak kelapa sehingga harganya murah, maka Anda bisa mencoba membuat VCO (Virgin Coconut Oil) yang laku di dunia kesehatan dan kosmetik. Kemudian air kelapanya dapat Anda gunakan untuk membuat natta de cocco atau Anda jual pada pembuat natta de cocco.

3.         Usaha yang memanfaatkan sumber daya alam misalnya jika Anda tinggal di daerah pantai, maka Anda dapat mencari binatang laut yang tinggal di pasir pantai seperti undur-undur. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah undur-undur laut yang tinggal di daerah pantai, berbentuk seperti ibu jari dan berwarna hitam dengan corak. Ternyata undur-undur laris di daerah pantai yang menjadi tujuan wisata. Pada saat musimnya, Anda dapat memperoleh puluhan kilo undur-undur tiap harinya. Jika Anda memiliki dana lebih maka undur-undur ini dapat dikeringkan lalu diolah menjadi serbuk, setelah itu di kapsul. Undur-undur ini bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mengobati penyakitnya.

4.         Salurkan hobi Anda untuk memilih industry kecil, misalnya Anda suka membuat kue maka cobalah membuat kue yang layak jual. Carilah resep macam-macam roti atau pilihlah satu jenis roti yang menjadi favorit pasar Anda misalnya brownies, roti terang bulan, dan sebagainya. Buatlah kekhasan pada pada produk Anda supaya berbeda dengan yang lainnya sehingga mudah diingat pelanggan.



Rabu, 10 April 2013

MEMORIES OF YOU



Wherever I am,,
In whatever way,,,

your memories are always with me,,,
Should I tell anyone or should I not,,
It's the matter of the heart after all,,
It's said that a world moves along with us,,
Even as solitude grows silently in the heart,,
All I have are memories,,

Somewhere in my heart,,
an arrow pierces trough memories,,
Somewhere every pictures dims a little,,
Some find happiness in the shades of a new world,,
Memories of you...

Hold my hand,,
let's remember what we share
Understand that I know you really care
Baby that you ever think of me as your best friend,,??
Remember all those times, we were best friend??
I remember,
It’s been 365 nights since the last goodbye
It’s too long for me, that’s the reason why

Now please come down, get lower
I’m on the top of the tower and can’t go higher
I have something to say to you
I need to tell you, that… I wanna stop loving you

Minggu, 27 Januari 2013

MANUSIA DAN PENDERITAAN


Manusia adalah mahkluk sosial yang mengalami dan  dihadapkan pada dua percobaan yaitu menggembirakan dan menyakitkan. Cobaan ini adalah suatu rintangan atau tahapan menguji manusia di dalam kedidupan, apabila mampu menyelesaikan atau melewatinya dengan baik akan mendapatkan pahala dan bila mengingkarinya ketentua yang ada akan tenggelam dalam penderderitaan. Terkadang seseorang menjalani kehidupan inisering kali tergelincir akibat keterlenaan akan kegembiraannya, padahal kegembiraan ini juga termasuk cobaan. Ada juga yang menjalani cobaan yang menyakitkan dan menyusahkan sehingga tidak dapat menjalaninya, maka orang tersebut akan frustasi dan meluapkan emosinya tanpa control. Sikap ini malah akan menjadi penderitaan bagi orang tersebut. Manusia di dunia ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah baik menyusahkan ataupun menggembirakan. Masalah timbul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Proses ini sering sekali dihadapkan pada liku-liku kehidupan sehingga sering dianggap sebagai penderitaan.
Penderitaan dan kebahagian datang tak dapat kita duga, sehingga manusia dituntun untuk selalu siap dan siaga untuk menghadapi ini dengan rasa suka dan duka.kita perlu belajar dari pengalaman dan segera cepatlahbangkit dari kegelinciran itu. Dan terkadang hal penunjang terabaikan sehingga menambah masalah baru. Kita juga bukan hanya menunggu  tetapi kita perlu mencari solusinya.
Manusia pada hakekatnya merupakan mahluk sosial yang tidak bisa hidup individualis atau hidup  sendiri-sendiri ,sebagai mahluk sosial yang berkumpul dan menetap tentunya manusia akan saling berinteraksi terhadap sesamanya. Dan selain saling berinteraksi dengan sesamanya tentunya manusia juga akan berinteraksi dengan lingkungan alam dimana dia tinggal, Manusia mendiami wilayah yang berbeda,dan berada dilingkungan yang berbeda juga, dalam berinteraksi yang dilakukan terus menerus dapat menimbulkan kebiasaan dalam lingkungan masyarakat. Manusia adalah mahkluk social yang mengalami bermacam-macam liku-liku kehidupan. Dimana di dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya akan selalu tergantung dengan manusia lainya.
Dalam usaha hidup manusia sering mengalami kegagalan. Entah kegagalan dalam belajar, berkarya, bergaul, ataupun kegagalan dalam bercinta. Dalam menghadapi kegagalan tersebut, tergantung dari manusianya sendiri. Ia menganggap kegagalan adalah hal yang wajar dan itu di anggap sebagai suatu pengalaman, dan mungkin ia percaya bahwa pengalam adalah pelajaran yang paling baik di dalam kehidupan ini.
B teori yang mengemukakan  bahwa manusia terdiri dari beberapa aliran sifat/kebiasaan diantaranya:
1.   Aliran materialisme : aliran ini mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu
satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses material ini, sementara manusia juga dianggap juga ditentukan oleh proses-proses material ini dan menganggap bahwa materi itu primer.
2.   Aliran idealisme : menurut paham idealisme bahwa yang sesungguhnya nyata adalah ruh, mental
atau jiwa. Alam semesta ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada manusia yang punya kecerdasan dan kesadaran atas keberadaanya materi apapun ada karena diindra dan dipersepsikan oleh otak manusia Waktu dan sejarah baru ada karena adanya gambaran mental hasil pemikiran manusia.
3.   Aliran realisme klasik adalah aliran yang memandang realitas adalah sebagai dualitas. Aliran
realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani.
4.   Aliran teologis membedakan manusia dari makhluk lain karena hubungannya dengan tuhan.  
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.

Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan. Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya. Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka. 
Bentuk – Bentuk Penderitaan
Kekalutan Mental
Menurut Ridwan Efendy (2007) Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmana maupun rokhani
Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
Terjadinya konflik sosial budaya
Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan  mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi antara lain :
-          Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
-          Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
-          Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
-          Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain
-          Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
-          Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain
-          Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.
-          Frustasi
Istilah frustasi bagi kita dewasa ini bukanlah lagi merupakan suatau istilah baru yang masih asing. Namun sudah terasa sangat populer  dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, kadang-kadang diantara kita baik secara sengaja maupun tida, terjadi salah pemakaian istilah pada porsi sebenarnya.

Penyebab frustasi
Seandainya suatu peristiwa kegagalan terjadi pada diri anda , kemudian dalam diri anada itegrasi pribadi yang baik, kemungkinan anda akan mengalami suatu tekanan dan gangguan emosional yang dapat menyebabkan frustasi.
Beberapa contoh-contoh penyebab frustasi :
-          Gegagalan dalam bercinta
-          Kegagalan dalam membangun rumah tangga
-          Juga ada frustasi yang disebabkan dari luar yaitu keadaan lingkungan dari anak tersebut,. Misalnya hinaan, cemoohan, dan lain sebagainya.



Gejala Frustasi diantaranya     :
Perasaan lesu (loss of Energy)
Cemas (Anxiety)
Perasaan hati tidak menentu (Swing of Affect)
Perubahan ritme tidur (Change in Sleep Rytm)
Perubahan kebiasaan / cara hidup ( Change of Habit )

Cara Menghadapi suatu Penderitan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,  atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin  timbul sikap keras atau sikap anti.



Minggu, 25 November 2012

Softskill: Pengendalian Diri



PENGENDALIAN DIRI


      Pengertian, Tujuan dan Manfaat Pengendalian Diri

                                I.            Pengertian Pengendalian Diri

Pengendalian diri adalah merupakan suatu keinginan dan kemampuan dalam menggapai kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang pada hak dan kewajibannya sebagai individu dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam bahasa umum pengendalian diri adalah tindakan menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang akan merugikan dirinya dimasa kini maupun dimasa yang akan dating. Kerugian itu bentuknya macam-macam mungkin sakit badan, sakit hati, bangkrut, gagal dalam mencapai cita-cita dan tidak dipercayai oleh orang lain. Dalam bahasa agama pengendalian itu adalah upaya untuk menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama. Allah memerintahkan kepada kita untuk menjaga diri dari keluarga kita dari api neraka . Api neraka ditafsirkan disini sebagai sesuatu yang menyakitkan, merugikan dan menghancurkan. Disurat lain Allah juga memerintahkan kita untuk tidak menjerumuskan diri kedalam lembah kebinasaan dan kerusakan.
Agar kita dapat mengendalikan diri, kita hendaknya mampu mengendalikan hati kita, sebab hati sangat berkuasa atas wawasan, fikiran dan tindakan seseorang sebagai contoh ketika kemarahan memuncak, suasana hati seringkali berdetak tak terkendali tekanan yang kian menumpuk terus membengkak hingga mencapai titik batas dan terus menumpuk, mendekati titik kritis yang tak tertahankan. Akibatnya persoalah kecil yang biasanya tidak menimbulkan masalah apa-apa akan berubah menjadi persoalan serius yang sangat mengesalkan hati dan membuat kita resah atau gusar. Puasa adalah melatih diri untuk mengendalikan diri kita.
Islam menyuruh kita untuk mengendalikan diri dalam menghadapi ujian dan cobaan. Sebab dengan ujian dan cobaan menyebabkan manusia dengan mudah tergelincir. Banyak orang mengaku muslim dan beriman, setelah diuji iman dan agamanya oleh Allah dengan berbagai cobaan, ternyata ia lemah dan terjerumus dalam lembah kesesatan.
  

Adapun tujuan Allah memberikan ujian dan cobaan kepada hambanya adalah :
1). Membersihkan dan memilih mana orang muknin yang sejati dan mana yang munafik, mana emas murni dan mana emas palsu.
2). Mengangkat derajat dan menghapus dosa
3). Mengungkapkan hakekat manusia itu sendiri sehingga tampak jelas kesabaran dan ketaatannya
4). Membentuk dan menempa kepribadiannya menjadi pribadi yang benar-benar tahan menderita dan tahan uji.
Dalam istilah lain, Islam juga mengenal istilah sabar. Sabar artinya tabah, tahan cobaan. Orang yang sabar akan tahan tahan dan menerima hal-hal yang tidak disenangi dan menyerah diri kepada Allah SWT. Kita diperintahkan untuk senantiasa sabar, sebab apapun yang diberikan Allah kepada kita pasti ada hikmanya. Kita hendaknya mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang kita alami. Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa orang yang sabar adalah orang yang manpu mengendalikan diri dalam menerima ujian dan cobaan hidup.

                             II.            Tujuan Utama Pengendalian Diri

Tujuan utama mengendalikan diri adalah memperoleh keberhasilan dan kebahagiaan. Dilihat dari sudut agama, tujuan pengendalian diri adalah menahan diri dalam arti yang luas. Menahan diri dari belenggu nafsu duniawi yang berlebihan dan tidak terkendali atau nafsuh bathiniah yang tidak seimbang kesemuanya itu apabila tidak diletakan pada yang benar akan menyebabkan suatu ketidakseimbangan hidup yang berakhir pada kegagalan. Dorongan nafsu pisik atau batin secara berlebihan akan menghasilkan sebuah rantai belenggu yang akan menutup asset yang paling berharga dari diri manusia yaitu “God Spot”. God Spot adalah kejernihan hati dan pikiran yang merupakan sumber-sumber suara hati yang selalu memberikan bimbingan maha penting untuk keberhasilan, kemajuan, dan kebahagiaan manusia.
Suara hati ini kita rasakan seolah-olah yang timbul dari hati kita, perintah kepada kita supaya melakukan kewajiban dan memperingatkan kita agar jangan sampai menyalahinya, walaupun kita tidak mengharap-harap balasan atau takut siksaan yang lahir. Seorang miskin yang mendapat barang dijalan, ia yakin bahwa tidak ada yang melihatnya kecuali Allahnya dan kekuasaan undang-undang negeri tidak akan mengenainya, kemudian ia sampaikan barang tersebut kepada pemiliknya atau kepada pusat kepolisian, maka apakah yang mendorongnya berbuat demikian ?. Jawabannya adalah suara hati.


Contoh Sikap Dan Perilaku Pengendalian Diri :
1.      Dalam keluarga
·  Hidup sederhana dan tidak suka pamer harta kekayaan dan kelebihannya.
·  Tidak mengganggu ketentraman anggota keluarga lain.
· Tunduk dan taat terhadap peraturan serta perintah kedua orang tua.
2.      Dalam Masyarakat
· Mencari sahabat atau temansebanyak-banyaknya dan membenci permusuhan.
·  Saling menghormati dan menghargai orang orang lain.
· Mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.
· Mengikuti atau berpartisipasi segala kegiatan yang ada dilingkungan masyarakat.
3        Dalam Lingkungan Sekolah dan Kampus
· Patuh dan taat pada peraturan disekolah atau dikampus
· Menghormati dan menghargai teman, guru, dosen, karyawan, dll
· Berani menolak setiap ajakan atau paksaan dalam setiap tindakan negative.

III. Manfaat Pengendalian Diri

Bukti ilmiah tentang manfaat mengendalikan diri ditulis oleh Daniel Golemen, seorang ahli dan peneliti tentang kecerdasan emosi. Anak-anak berusia empat tahun di Taman Kanak-Kanak Standford disuruh masuk kedalam sebuah ruangan seorang demi seorang, sepotong marshmallow (manisan putih yang empuk) diletakan diatas meja didepan mereka, “kalian boleh makan manisan ini jika mau, tetapi jika kalian memakannya sekembali saya kesini, kalian berhak mendapatkan sepotong lagi”.
Sekitar empat belas tahun kemudian, sewaktu anak-anak itu lulus sekolah lanjut tingkat atas (SMA), anak-anak yang dahulu langsung memakan manisan dibandingkan dengan anak-anak yang manpu mengendalikan diri sehingga mendapatkan dua potong menunjukan perkembangan sebagai berikut. Mereka yang langsung memakan manisan dibandingkan mereka yang tahan menunggu (mampu mengendalikan diri), cenderung tidak tahan menghadapi stres, muda tersinggung, muda berkelahi, dan kurang tahan uji dalam mengejar cita-cita mereka.
Efek yang betul-betul tak terduga dari anak-anak yang mampu mengendalikan diri. Anak-anak yang manpu menahan diri dalam ujian manisan, dibandingkan dengan yang tidak tahan, memperoleh nilai yang lebih tinggi dalam ujian masuk ke perguruan tinggi.
Ketika anak-anak dari Taman Kanak-kanak Stanford itu tumbuh menjadi dewasa dan bekerja, perbedaan-perbedaan diantara mereka semangkin mencolok. Di penghujung usia duapuluhan, mereka yang lulus ujian manisan ketika kanak-kanak, tergolong orang yang sangat cerdas, berminat tinggi, dan lebih manpu berkonsentrasi. Mereka lebih manpu mengembangkan hubungan yang tulus dan akrab dengan orang lain, lebih handal dan lebih bertanggung jawab, dan pengendalian dirinya lebih baik saat menghadapi frustasi.
Sebaiknya, mereka yang langsung memakan manisan sewaktu berusia empat tahun, saat usia mereka hamper tiga puluh tahun, kemanpuan kognitif mereka kurang dan kecakapan emosinya sangat lebih rendah disbanding kelompok yang tahan uji. Mereka lebih sering kesepian, kurang dapat diandalkan, lebih mudah kehilangan konsentrasi, dan tidak sabar menunda kepuasan dalam mengejar sasaran. Bila menghadapi stress, mereka hamper tidak mempunyai toleransi atau pengendalian diri. Mereka tidak luwes dalam menanggapi tekanan, bahkan sering mudah meledak dan ini cenderung menjadi kebiasaan.
Kisah anak-anak dan manisan mengandung pelajaran yang lebih mendalam tentang kerugian akibat ketidakmampuan mengendalikan diri. Bila kita berada dibawa kekuasaan implus, agitasi, dan emosionalitas, kemampuan berpikir dan bekerja kita merosot sekali. Ujian manisan ini membuktikan pentingnya ibadah puasa yang diperintahkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa.
Puasa tidak hanya berfungsi untuk menahan dan mengendalikan hawa nafsu seperti makan dan minum atau nafsu amarah saja, tetapi juga mengendalikan fikiran dan hati agar tetap berada pada garis orbit yang telah “digariskan”  dalam prinsip berfikir berdasarkan rukun iman. Disinilah sesungguhnya letak keunggulan puasa yang tertinggi yaitu pengendalian diri agar selalu berada pada jalur fitrah, agar selalu memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tinggal.
Puasa yang merupakan rukun islam ketiga sangat sarat dengan hikma dan manfaat bagi kehidupan umat manusia. Diantara hikma puasa itu adalah mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang dilarang agama. Ibada puasa mendidik orang-orang yang beriman untuk menahan diri dari lapar dan haus dan dari perbuatan-perbuatan godaan-godaan syaitan: bayangkan saja dalam keadaan tanpa pengawasan siapapun dari manusia namun tetap orang-orang yang beriman itu tidak mau membatalkan puasanya (tidak makan,tidak minum dan tidak pula mau melakukan sesuatu yang membatalkan ibadah puasa). Ibadah puasa bisa dijadikan sebagai benteng diri dari berbagai godaan dan kenikmatan dunia.
Kalau dibandingkan hikmah puasa dalam mengendalikan diri dengan hasil penelitian di atas, dapat dipahami bahwa orang yang dapat mengendalikan diri diperkirakan akan mampu menghadapi tantangan, godaan dan rintangan. Mereka juga diperkirakan akan mampu berkonsentrasi dalam bekerja. Seseorang yang bekerja sedang berpuasa, mereka terlihat lebih konsentrasi dan lebih fokus pada pekerjaan yang dilakukannya, karena fikiran pada waktu itu lebih jernih,lebih tenang,dan lebih teliti. Di samping itu mereka lebih mampu mengembangkan hubungan yang tulus dan akrab dengan porang lain, lebih handal dan lebih bertanggungjawab dan pengendalian diri lebih baik pada saat menghadapi prestasi.
Frustasi adalah suatu proses yang menyebabkan orang merasa akan adanya hambatan terhadap terpenuhinya kebutuhan-kebutuhannya atau menyangka bahwa akan terjadi suatu hal yang menghalangi keinginannya. Dalam kondisi ini manusia membutuhkan suatu dorongan diri yang memberikan arahan-arahan bagaimana ia bisa menghadapi proses tersebut. Dan dalam kondisi kalau ia bisa mengendalikan diri, maka tidak akan muncul prilaku-prilaku menyimpang yang merugikan dirinya dan orang lain.
Seorang siswa yang mampu mengendalikan diri,akan melahirkan siswa yang punya kepribadian. Kepribadian merupakan susunan sistem-sistem psikofisik yang berada dalam diri individu dan menentukan penyesuaian-penyesuaian yang unik terhadap lingkungannya. Keteladanan kita di dalam melaksanakan pekerjaan adalah salah satu faktor penunjang adalah kepribadian yang utuh.

Siswa teladan yang memiliki kepribadian adalah mereka yang memiliki cirri sebagai berikut :
1.      Penampilan sesuai dengan profesi.
2.      Memiliki sikap terbuka.
3.      Memiliki pendirian yang teguh
4.      Tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negative.
5.      Memiliki stabilitas emosi.
6.      Toleransi terhadap sesama teman, atasan dan bawahan.
7.      Bisa bergaul, ramah tamah dan tenggang rasa.
8.      Tidak mudah frustrasi jika mendapatkan kesulitan.


Jadi singkatnya dengan pengendalian diri akan bermanfaat bagi seseorang/siswa :

1.      Dalam menghadapi tantangan, hambatan, godaan dan rintangan yang muncul dalam setiap  aspek kehidupannya.

2.      Membuat seseorang/siswa bisa mengembangkan hubungan yang tulus dan akrab dengan orang lain, mampu beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan secara baik dan wajar.

3.      Adanya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepada seseorang/siswa tersebut.


Sumber Referensi :